5 Milliliter

Posted by Suster Gila on Februari 13, 2011


Ampul Rocurium bromide tergeletak, isinya telah berpindah kedalam syringe yang kupegang kini. Jari telunjukku meletik, menjetik, menggoyang isinya, menaikan udara dan mengeluarkannya. 5 ml cairan bening dalam syringe ini yang akan mengakhiri valentine.

Aku lupa belum menceritakan siapa itu valentine. Dia perempuan berambut sebahu, bermata bulat dengan bulu yang begitu lentik. Kulitnya putih-bersih, tanpa noda, yang aku yakin akan membuat setiap pria mengawaang-awangkan angan bila melihatnya. dan tiap gerak tubuhnya dapat membuatmu lupa diri. Ialah Valentine yang selalu memenuhi pikiranku, berlari tanpa henti dalam tiap anganku.

Nah itu dia datang, dengan senyum lebar dan langkah tergesa berjalan kearahku, menghampiriku, meletakkan tas jinjing berwarna abu ketanah, lalu memelukku. Wangi parfumnya merebak saat pipi lembutnya menempel dipipiku. Kupikir, pastilah ia menyemprotkan wewangian dilehernya. Tangannya masih menempel di dadaku, menatapku dengan tatapan penuh rindu dan berucap 'I miss you honey'.
Aku tersenyum.

Valentine duduk dihadapanku, segelas minuman dingin kusajikan, sari buah, dan sudah kutambahkan 100 milligram Ketalar didalamnya. 1 milliliter dalam 200 mililiter sari buah, tak akan merubah rasa minuman itu. 'Minumlah, kau pasti haus' kataku, dan 3/4 isi gelas telah berpindah. Aku tersenyum, tinggal menunggu waktu saja. Menunggu saat kau mengatakan pusing, dan mengeluhkan kepala yang terasa berat.

Kulirik jam dinding, sudah lima menit, wajahmu mulai memerah. 'Kepalaku pusing Hun, boleh aku pakai kamarmu?' Aku mengangguk.

Valentine terbaring, nafasnya cepat, matanya menutup, tapi bola matanya kulihat bergerak ke kanan dan kekiri. Kuraba nadinya, cepat dan kuat. Kuusap kepalanya, tak ada reaksi. Kuarahkan syringe ketonjolan vena di kulitnya, kutarik pompa dan sedikit darah mengalir masuk ke dalam syringe.

Kumasukan perlahan rocurium bromide, pelan sekali. 1 ml, 2 ml, 3... habis!

Mata Valentine terbuka, tampak terkejut. Matanya meminta tolong.
Aku tahu, dia terbangun, tak bisa bernafas, tak bisa bergerak, nadi yang makin cepat, wajah yang perlahan membiru. Biru.

Ada air yang mengalir, perlahan menuruni pipiku.

Selamat jalan Valentine.



Add to Technorati Favorites

{ 0 Pasien Sudah Sembuh... read them below or add one }