Hujan Kemarin, kini dan nanti
Aku bilang aku rindu.
Sepengetahuanku, rindu itu seperti tetesan air hujan.
Bila tetesan itu pelan, sensasi segar nyaman yang terasa, namun bila tetesan itu cepat dan besar,
Maka perih yang terasa.
Kau menyanggah,
Rinduku seperti kanak-kanak, katamu
Tak pernah bosan akan hujan,
saat lebat beranginpun kusuka
Aku suka hujan dan kamu
Hei, lihat, hujan!
Kau berlari,
menuju hujan
dan kuberharap tak ada angin meniup badai
Banyumas, 15 Maret 2011

1 komentar untuk "Hujan Kemarin, kini dan nanti"