Kalau Facebook Bilang, "apa yang sedang anda pikirkan?"

Posted by Suster Gila on Mei 19, 2011



Erikson mengembangkan teori psikososial sebagai pengembangan teori psikoanalisis dari Freud. Di dalam teori psikososial disebutkan bahwa tahap perkembangan individu selama siklus hidupnya, dibentuk oleh pengaruh sosial yang berinteraksi dengan individu yang menjadi matang secara fisik dan psikologis.

Inti dari teori Erikson, yaitu:
  1. Perkembangan emosional sejajar dengan pertumbuhan fisik.
  2. Adanya interaksi antara pertumbuhan fisik dan perkembangan psikologis.
  3. Adanya keteraturan yang sama antara petumbuhan fisik dan perkembangan psikologis.
  4. Dalam menuju kedewasaan, perkembangan psikologis, dan sosial akan menyatu.
  5. PAda setiap saat anak adalah gabungan dari organisme, ego, dan makhluk sosial.
  6. Perkembangan manusia dari sejak lahir hingga akhir hayatnya dibagi dalam 8 fase, dengan tugas-tugas perkembangan sosial yang harus diselesaikan pada setiap fase. (Sunaryo (2002). Psikologi untuk keperawatan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC, halaman 49 - 50)

1. (Trust vs Mistrust) Kepercayaan versus Ketidakpercayaan adalah tahap pertama dari Erik Erikson dalam teori perkembangan psikososial . Tahap ini terjadi sejak bayilahir sampai usia 18 bulan. Menurut Erikson, tahap kepercayaan versus ketidakpercayaan adalah masa paling penting dalam kehidupan seseorang. (http://psychology.about.com/od/psychosocialtheories/a/trust-versus-mistrust.htm)

Saya Bilang:
Usia tidak memepengaruhi tahap ini seperti yang Erikson sampaikan bahwa tahap ini berlaku pada usia 0 - 18 Bulan.
Dalam kehidupan sehari-hari saat kita bertemu dengan orang-orang maupun benda-benda tertentu yang nantinya akan terkait denga faktor mental(psikis) kita, proses dalam tahap ini akan kita lewati.

Lama hidup mempengaruhi waktu penyelesaian tahap ini, namun tiap individu dengan usia hidup sama belum tentu mampu melewati tahap ini dalam waktu yang sama, hal ini dipengaruhi beberapa faktor, antara lain:
1. Pendidikan
2. Lingkungan
3. Tujuan
4. Spiritual

Hasil setelah melewati tahap ini tentunya hanya dua hal. Percaya atau Tidak percaya.
1.Percaya.

2.Tidak percaya.
Mengarahkan individu tersebut kepada proses Kehilangan dan berduka .

Kehilangan adalah suatu keadaan individu yang berpisah dengan sesuatu yang sebelumnya ada, kemudian menjadi tidak ada, baik terjadi sebagian atau keseluruhan (Lambert,1985,h.35).

Berduka adalah Respons emosi yang diekspresikan terhadap kehilangan yang dimanifestasikan adanya perasaan sedih, gelisah, cemas, sesak nafas, susah tidur, dan lain-lain.

Menurut Kubbler Ross 1969 rentang respon berduka adalah: DENIAL, ANGER, BARGAINING, DEPRESION dan ACCEPTANCE.


Sebenarnya apakah isi otak dan perasaanku yang sedari tadi saya tuangkan melalui tulisan disini? SAYA KECEWA ATAS KEHILANGAN KEPERCAYAAN DAN SAYA SEDANG MARAH.


Add to Technorati Favorites

{ 0 Pasien Sudah Sembuh... read them below or add one }